Wingko Babat
PROPOSAL
USAHA
WINGKO
BABAT “NDESO ROSO KUTHO”
Proposal Ini Disusun Guna Memenui Tugas
Mata Kuliah: Praktikum Kewirausahaan Edupreneurship
Dosen Pengampu: Wiyono, S.E., M.M.

Disusun Oleh:
1. Nurhadi 23070
15 0033
2. Wahyu Wijayanto 23070
15 0060
3. Dwi Puji Rahayu 23070
15 0064
4. Afidatus Solikah 23070
15 0074
PROGRAM STUDY TADRIS MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Pada
umumnya seseorang cenderung untuk memilih atau memenuhi kebutuhan dengan cara
yang praktis dan mudah di dapatkan. Apalagi di zaman modern seperti ini,
Masyarakat lebih mengarah pada produk-produk yang siap saji. Masa sekarang ini sangat sulit untuk mencari peluang usaha baik barang ataupun jasa. Pada mulanya kami berencana
untuk membuka usaha dibidang jasa yaitu usaha penjualan pulsa. Namun setelah
memperoleh dari beberapa masukan serta pengalaman pada mata kuliah prasyarat
sebelumnya, akhirnya kami memutuskan untuk beralih usaha pada bidang barang.
Berawal dari hal tersebut kami sepakat untuk membuka
usaha makanan tradisional yaitu Wingko Babat. Kami merasa bahwa
Wingko Babat ini merupakan peluang
usaha yang sangat tepat, sebab di daerah kami sangat mudah untuk mendapatkan
bahan bakunya.
Untuk itu kami
memilih usaha Wingko Babat.
B. Visi
dan Misi
Visi
Menjadikan dan mempertahankan makanan tradisional khas Semarang (Wingko
Babat) agar diminati masyarakat zaman now.
Misi
1.
Selalu
berinovasi terhadap makanan tradisional Wingko Babat
2.
Meningkatkan
kualitas makanan tradisional wingko Babat
3.
Mengutamakan
kualitas dan pelayanan dalam pemasaran
BAB II
RENCANA USAHA
A. Deskripsi Usaha Secara Ringkas
Wingko babat merupakan salah satu jajanan
tradisional khas Indonesia yang terbuat dari parutan kelapa muda, beras ketan,
gula, dll. Wingko untuk saat ini sangat mudah untuk dijumpai karena banyak
dijual diberbagai toko oleh-oleh. Namun di daerah Salatiga masih jarang dijumpai
makanan ini. Wingko memiliki bentuk bundar dan memiliki
cita rasa yang enak jika disajikan dalam keadaan masih hangat maupun dingin. Kombinasi antara gula dan kelapa parut
membuat cita rasa wingko babat sangat nikmat. Harga jual wingko yang kami buat juga
sangat terjangkau yaitu Rp1000,00/pc.
Wingko sebenarnya merupakan makanan khas daerah
yang berasal dari Kota Babat. Untuk mendapatkan wingko babat tidak perlu datang
ke Kota Babat secara langsung. Jika Anda penasaran dengan cita rasa wingko
babat sebenarnya anda dapat membuatnya di rumah secara langsung. Proses pembuatan
wingko babat sebenarnya cukup mudah dan bisa Anda coba di rumah. Menjalankan
bisnis wingko babat tidak membutuhkan modal dalam jumlah yang sangat besar.
Peluang usaha dari wingko babat dikatakan sangat propektif dengan respon
positif oleh berbagai kalangan masyarakat. Usaha wingko babat juga tidak
mengenal waktu dan juga musim sehingga usaha ini cocok untuk pilihan usaha yang
dijalankan diwaktu kapanpun.
B.
Produk
atau
Jasa yang
Menjadi Sasaran
Kami
memilih usaha wingko babat sebab di wilayah salatiga masih jarang atau bahkan
sukar untuk menemukan makanan yang satu ini. Selain
itu untuk pembuatannya sangat mudah, bahan bakunya pun mudah di dapatkan, usahanya mudah di jalankan karena
masyarakat sudah banyak yang mengenalnya, modal tidak terlalu besar. Dan yang
terpenting proses pembuatan dan pemasarannya tidak mengganggu aktivitas
perkuliahan kami.
C.
Konsumen
yang
Menjadi Sasaran
Konsumen yang menjadi sasaran akmi adalah semua kalangan
masyarakat. Karena Wingko
Babat yang kami buattidak mengandung bahan kimia ataupun
bahan pengawet dalam
proses pembuatannya
sehingga aman untuk dikonsumsi. Baik untuk anak-anak, remaja dan orang tua.
D.
Dimana
Akan Membuka Usaha
Karena
kami memiliki aktivitas lain yaitu
sebagai mahasiswa, sehingga kami berinisiatif untuk membuka usaha
dengan sistem suplay dari warung ke warung, kami juga menerima pesanan baik
secara langsung maupun via online.
E.
Bagaimana
Cara Membuat Konsumen Tertarik
Cara membuat konsumen tertarikyakni dengan cara kita menawarkan produk dengan berbagai hal unik sepertivarian rasa dan juga dengan pengemasan yang higienis. Memberitahukan
beberapa keunggulannya seperti: tidak menggunakan bahan kimia, tahan lama,
tidak mudah rusak.
F.
Persiapan
Apa, dari
Siapa, Seperti Apa Persaingan yang
Dihadapi
Persiapannya yang pertama itu mental, kita
harus mempunyai mental yang berani dan yakin. Berani dalam mengembangkan usaha dan yakin
bahwa usaha kita nantinya akan berkembang. Dari siapa ? ide usaha kami itu berawal dari orang tua salah satu tim kami
yaitu dari Afidatus Solikah yang bernama Bu
Barokah. Beliau memberikan beberapa masukan untuk berwirausaha dan kemudian
kami sepakat memilih Wingko Babat sebagai usaha kami. Beliau pun bersedia untuk
mengajari dan memberikan beberapa masukan terkait produk yang akan kami buat.
Kami berfikir bahwa di daerah Salatiga masih jarang
yang membuat wingko babat sehingga hal tersebut memberikan peluang bagi kami dalam
berwirausaha. Persaingannya itu mengenai perkembangan zaman sebab masyarakat
sekarang lebih menyukai makanan modern daripada tradisional, sehingga kami
perlu berinovasi dalam mengolah makanan tradisional wingko babat.
G.
Berapa
Harga Jual Produk
Produk yang kami buat harganya
sangat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Kami menjual wingko babat dengan harga Rp. 1000 per bijinya.
H.
Nasihat
Apa yang
Dibutuhkan, Siapa yang
Cocok untuk
Memberi Nasihat
Nasihat yang kami
butuhnya yaitu perihal pentingnya
kita menjaga kualitas usaha kami dan memanajemen keuangan sehingga usaha yang kamilakukan
bisa berkembang. Dan siapakah yang cocok memberi nasihat yaitu Orang tua dari Afidatus dan orang orang yang
berwirausaha, sebab
mereka orang-orang yang
mempunyai pengalaman wirausaha yang cukup bagus.
I.
Berapa
Orang Tim Kerja
Dalam usaha kali ini kami bekerja dengan 4 orang anggota yaitu:
1) Afidatus Solikah;
2) Dwi Puji Rahayu;
3) Nur Hadi; dan
4) Wahyu Wijayanto.
J.
Bagaimana Pembagian Labanya
Pembagian
laba dari usaha wingko babad ini kami bagi 4 orang dengan perincian sebagai berikut:
a.
Afidatus Solikah (22%)
b.
Dwi Puji Rahayu (22%)
c.
Wahyu Wijayanto (22%)
d.
Nurhadi (22%) +
88 %
Dan untuk 12% nya akan masuk pada uang pokok yang sewaktu-waktu
dapat digunakan untuk tambahan modal atau membeli beberapa peralatan lainnya.
K.
Hal
Apa yang
Harus Dipertimbangkan Agar dapat
Menghasilkan Produk yang
Baik
Hal-hal yang harus dipertimbangkang agar menghasilkan produk
yang baik diantaranya:
a) Kualitas makanan atau produk
b) Inovasi
c) Cita rasa
d) Harga jual
e) Pemasaran
f) Kehigienisan dan kemasan makanan.
g)
Pelayanan
L.
Berapa
Jumlah Dana yang
Dibutuhkan
Dalam
pembuatan
wingko babat, dana awal yang kami butuhkan sekitar Rp100.000,00 untuk membeli Gas LPG dan Bahan-bahan penunjang lainnya. Namun untuk jumlah dana yang akan kami butuhkan dalam
pembuatan wingko babat sekitar Rp52.500,00 yang mana dari modal tersebut kami
belikan untuk membeli bahan pokok serta plastik pembungkusnya.
M.
Untuk
Kepentingan Apa Saja Dana Tersebut
Dana yang kami kumpulan tersebut kami gunakan untuk
membeli beberapa perlengkapan serta modal awal kami dalam berwirausaha,
diantaranya:
1)
Isi
ulang gas
2)
Perasa
makanan
3)
Bahan-bahan
pokok wingko babat
4)
Bahan
pelengkap wingko babat
N.
Berapa
Biaya Operasional dan
Gaji Anda Sendiri
Biaya Operasional yang kami keluarkan adalah dengan perincian berikut
ini:
No.
|
Bahan-Bahan
|
Banyaknya
|
Harga (Rp)
|
Bahan Baku
|
|||
1.
|
Tepung
beras ketan
|
1 kg
|
20.000
|
2.
|
Gula
pasir
|
1kg
|
12.000
|
3.
|
Kelapa
(sedang)
|
4 biji
|
12.000
|
4.
|
Panili
|
4 pc
|
1.000
|
5.
|
Margarin
|
2 ons
|
3.500
|
6.
|
Plastik
|
1 pc
|
4.000
|
Bahan Penunjang
|
|||
7.
|
Gas
LPG
|
1 tbg
|
20.000
|
8.
|
Perasa
makanan
|
3 varian @5.500
|
16.500
|
9.
|
Garam halus
|
1 bungkus
|
2.500
|
Jumlah
|
91.500
|
||
Gaji yang kami peroleh adalah dengan sistem bagi
hasil, dikarenkan dalam pembuatan dan pemasaran kami melakukannya dengan
bekerjasama, maka kami bersepakat untuk membagi laba yang kami peroleh dengan prosentase
berikut:
1.
Afidatus Solikah (22%)
2.
Dwi Puji Rahayu (22%)
3.
Wahyu Wijayanto (22%)
4.
Nurhadi (22%) +
88 %
Dan untuk 12% nya akan masuk pada uang pokok yang sewaktu-waktu dapat
digunakan untuk tambahan modal atau membeli beberapa peralatan lainnya.
O.
Berapa
Biaya Produksi Per Unit
Biaya produksi perunit sekitar Rp 550/pc. Dari harga tersebut kami dapat memperoleh keuntungan
sekitar Rp300,-/pc sampai Rp450,-/pc. Sebab jika disetor kewarung, kami menjual
Wingko dengan harga jual Rp 850/pc, sedangkan jika kami jual eceran kami mematok harga
Rp1.000,-/pc.
P.
Berapa
Jumlah Pendapatan Bisnis dalam
Periode Waktu Hari/Minggu
Kalau untuk awal bisnis ini planning kami, kami dalam
satu minggu dapat membuat Wingko ini sebanyak 2 sampai 3 kali. Sehingga jumlah
pendapatan kami selama 1 minggu yaitu dalam sekali pembuatan jumlah produknya
kurang lebih sebanyak 100 pc yang dapat terjual sekitar Rp90.000,- sampai
Rp100.000,-. Sehingga jumlah pendapatan dalam 1 minggu sekitar Rp180.000,-
hingga Rp200.000,-.
Namun untuk kedepannya akan bagaimana, kami lihat
perkembangan selama 1 Minggu pertama
terlebih
dahulu.
Q.
Berapa
Besar Investasi yang
Anda Keluarkan
Investasi yang kami keluarkan
sekitar Rp30.000/orang, jadi jumlah investasi seluruhnya ada sekitar Rp120.000,00.
R.
Berapa
Besar Laba Hari/Minggu/Bulan
Kalau perkiraan kami pada 1 minggu pertama kami dapat membuat wingko
babat 2 kali pembuatan dengan jumlah yang sama yaitu sekitar 100
pc/pembuatannya maka kami mendapatkan keuntungan sebesar:
Modal yang dikeluarkan:
No.
|
Bahan-Bahan
|
Banyaknya
|
Harga (Rp)
|
Bahan Baku
|
|||
1.
|
Tepung
beras ketan
|
1 kg
|
20.000
|
2.
|
Gula
pasir
|
1kg
|
12.000
|
3.
|
Kelapa
(sedang)
|
4 biji
|
12.000
|
4.
|
Panili
|
4 pc
|
1.000
|
5.
|
Margarin
|
2 ons
|
3.500
|
6.
|
Plastik
|
1 pc
|
4.000
|
Jumlah
|
52.500
|
||
Jumlah Wingko yang dapat diproduksi dalam 1 kali
pembuatan yaitu kurang lebih 100 pc. Sehingga Harga jualnya adalah 100 x 1000 = 100.000
Untung = Harga jual – Modal
= 100.000 – 52.500
= 42.500
Jadi keuntungan yang kami peroleh dalam 1 minggu adalah 2 x 42.500 =
Rp85.000,00.
Namun untuk lebih jelasnya kami akan melihat
perkembangannya dalam 1minggu pertama sebab dari kami belum
mengetahui perkembangan usaha wingko babat di sekitar salatiga, tetapi dalam
perdiksi kami perminggu dapat membuat 2 kali dengan jumlah 200 pc, sehingga
keuntungan perminggu adalah Rp85.000,00.
S.
Bagaimana
Anda Mengembangkan Usaha Ini
Usaha ini kami
kembangkan dengan meyakinkan pembeli bahwa produk yang kami buat memiliki
kualitas yang bagus, berbagai varian rasa, dan megedepankan kehigienisan
makanan tanpa bahan pengawet. Sehingga dari pelanggan kami akan merembet dari
omongan ke omongan. Namun disamping hal tersebut kami juga memasarkannya dengan
teman-teman kami pula.
BAB III
PROSES PRODUKSI
A.
Alat dan Bahan
Alat
- Kompor gas
- Teflon
- Spatula
- Plastik (untuk membungkus wingko babat yang sudah siap untuk diapasarkan)
Bahan
5. Tepung beras ketan 1 kg
6. Gula pasir 1
kg
7. Parutan kelapa yang
agak muda 4 biji
8. Margarin 0,8
ons
9. Vanili secukupnya
10. Garam halus secukupnya
B.
Proses Produksi
Step by step membuat Wingko Babat
1. Siapkan semua alat dan bahan-bahannya.
2. Siapkan baskom kemudian
ambil kelapa parut dan masukkan kedalam
baskom
3. Masukkan gula kedalam parutan
kelapa, lalu aduk sampai rata agar sedikit berair
4. Kemudian campurkan tepung beras ketan, vanili, garam ke dalam parutan kelapa.
5. Campurkan hingga benar-benar rata.
6. Setelah rata masukkan margarine.
7. Aduk hingga margarine larut dan merata.
8. Aduk terus adonannya hingga cukup
kesat.
9. Panaskan teflon, setelah panas
kecilkan api agar wingko babat dapat matang merata.
10. Masukkan adonan ke loyang teflon, ratakan, jangan
terlalu tipis, kira-kira setebal 1 - 1.5 cm. Tutup teflon selama dipanggang.
11. Balik adonan, setiap 3-5 menit.
12. Bolak balik lagi sampai matang kedua sisi dan
bagian dalamnya, jika
perlu lakukan tes tusuk.
13. Angkat kemudian pindahkan kepiring atau nampan.
14. Dinginkan wingko babat,
kemudian wingko siap untuk dikemas.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Wingko babat ini adalah makanan tradisional khas semarang dan
termasuk juga warisan makanan nusantara yang harus kita pertahankan. Seiring berkembangnya waktu makanan
khas ini mulai luntur dengan tergesernya oleh makanan-makanan yang lebih
kekinian, kami bermaksut mengembangkan usaha wingko babat ini supaya
mempertahankan warisan luhur di era modern dengan cara menginovasi wingko babat
dengan varian rasa tetapi tidak mengubah kualitas wingko babat itu sendiri,
semoga langkah ini menjadi awal kesuksesan kami dalam mengembangkan usaha.
semoga bisa menginspirasi para pembaca
BalasHapus